Jumat, 17 April 2009

Minggu, 29 Maret 2009

Informasi online dalam Dunia maya

Informasi Online dalam
Dunia Riset dan Pendidikan1
DR. Anto Satriyo Nugroho, M.Eng
URL: http://asnugroho.net
Abstrak
Informasi dan ilmu pengetahuan sampai pada kita lewat berbagai jalan. Pada zaman dahulu, papirus,
batu tulis, tulang dan buku menjadi media utama tersampainya ilmu pengetahuan. Seiring dengan
majunya teknologi, dewasa ini informasi mengalami perubahan format ke dalam bentuk digital. Ide
yang dimuat dalam kertas mulai tergantikan menjadi versi elektronik. Kita memasuki era paperless.
Perubahan format ini membuka peluang besar bagi kemudahan akses informasi, apalagi dengan
membuatnya dapat diakses secara online. Dengan bermodal komputer, dewasa ini kita dapat
menjelajahi dunia cyber, yang kaya akan informasi. Berbagai penelitian berkesimpulan bahwa proses
meng-online-kan informasi ini merupakan salah satu faktor penting yang mendorong pesatnya
pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kata kunci : offline, online, digital, riset
1. Pendahuluan
Internet pada awalnya dikembangkan oleh AS sekitar tahun 1970, dan semula
dipergunakan terbatas untuk keperluan militer. Tiga dasa warsa berlalu. Dewasa ini di
negara maju, internet hampir menjadi kebutuhan primer. Layanan yang ditawarkan
internet pun semakin lengkap, komunikatif dan memanjakan konsumen. Teknologi
ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) yang populer beberapa tahun belakangan
ini membuat internet menjadi barang yang tidak asing lagi di rumah-rumah, dan
semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati akses internet 24 jam.
Pada masa awal, pemakaian internet hanya terbatas untuk berkirim electronic mail.
WWW (World Wide Web) mulai populer digunakan sekitar awal tahun 90-an, dengan
memakai berbagai web browser seperti Netscape, Internet Explorer, dsb. Seiring dengan
perkembangan hardware maupun software yang pesat, materi yang disampaikan lewat
web pun mengalami perkembangan. Materi yang dimuat tidak terbatas berupa teks,
1 Disampaikan pada seminar “Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Pendidikan
dan Bisnis”, 25 Agustus 2004, di aula SMA Negeri I Surakarta.
2
melainkan gambar, suara, video, streaming, hingga yang bersifat interaktif, seperti
chatting, video conference dsb. Hal ini dimungkinkan oleh kemajuan teknologi di
bidang hardware dan software. Sebagaimana yang diramalkan oleh Gordon Moore
(Moore’s Law), bahwa kemampuan komputer akan berlipat dua kali setiap 18 bulan.
Dapat dikatakan, informasi yang sampai kepada kita mengalami beberapa kali
perubahan format. Informasi dan ilmu pengetahuan yang semula didokumentasikan
pada papirus, tulisan pada batu, buku, dewasa ini telah banyak yang ditransfer ke dalam
bentuk digital. Tulisan ilmiah, skripsi, telah umum disimpan dalam format elektronik
(misalnya format Word, PDF, dsb.), pada disket, CD ROM atau pun DVD. Karena
bentuknya tipis, ringan, sangat mudah bagi kita untuk membawa informasi itu
kemana-mana. Selanjutnya kemajuan yang dicapai oleh teknologi internet membuat
informasi tersebut dapat ditampilkan di web, atau dikirim lewat email, sehingga dapat
diakses dari berbagai penjuru dunia. Syaratnya hanya satu: asal tersambung ke dunia
cyber.
Dengan demikian, alur penyampaian ilmu pengetahuan dewasa ini melewati beberapa
tahap : 1) mengubah format-nya dari buku ke dalam bentuk digital 2) mengirimkannya
dalam bentuk “bit”, deretan kode “0” dan “1”, lewat koneksi internet kepada berbagai
pihak, yang mungkin berada di manca negara. Kata kunci bagian akhir proses ini adalah
"online", yaitu tampilnya suatu informasi di dunia cyber, yang pada akhirnya turut
memberikan akselerasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
modern.
Makalah ini akan membahas kontribusi signifikan informasi online terhadap dunia
pendidikan dan penelitian. Pada bagian ke 2, akan dibahas proses perubahan informasi
ke arah digital, dan dilanjutkan dengan proses meng-online-kan informasi digital
tersebut, yang akan dibahas pada bagian ke-3. Pada bagian berikutnya, akan dibahas
pengaruh signifikan pada dunia pendidikan dan penelitian yang dipacu oleh terbuka
lebarnya akses informasi. Setelah membahas beberapa masalah yang dihadapi, bagian
terakhir merangkum point-point penting dalam makalah ini.
2. Informasi pada era digital
Dewasa ini hampir seluruh aspek kehidupan kita tersentuh oleh digital. Berbeda dengan
informasi analog yang sifatnya kontinyu, informasi digital dicirikan dari representasinya
3
dalam bentuk diskontinyu. Contoh yang paling mudah perubahan dari analog menjadi
digital adalah jam. Jam analog memiliki jarum yang berputar secara kontinyu, dapat
menunjukkan waktu pada resolusi berapa pun. Sedangkan jam digital hanya mampu
menunjukkan waktu-waktu pada ketelitian terbatas, misalnya pada satuan detik. Lagu
dan film yang dahulunya diabadikan dalam piring hitam atau pita kaset, dewasa ini
lazim disimpan dalam bentuk digital pada media CD atau DVD. Informasi digital
hampir tidak dapat terlepas lagi dari kehidupan kita sehari-hari [1]. Sebagaimana contoh
di atas, dewasa ini buku, data observasi dan dokumentasi penelitian juga telah lazim
ditransfer ke dalam bentuk digital.
Keuntungan informasi disajikan dalam bentuk digital antara lain sbb.
1. Kompresi data
Ini adalah kelebihan terbesar dari bentuk digital. Sebuah CD ROM yang
kapasitasnya 700 MB dapat memuat buku dengan ketebalan lebih dari 4 ribu
halaman. Dapat dibayangkan berapa besar tempat yang dapat dihemat oleh sebuah
perpustakaan, apabila literatur nya berupa file elektronik.
Contoh lain: portable harddisk Logitec LHD-PBA20U2 berukuran 7.6 x 1.5 x 13 cm,
berat sekitar 180 gram, kapasitas sekitar 20GB. Harddisk sebesar telapak tangan ini
dapat memuat buku lebih dari 100 ribu halaman dalam format pdf, atau kira-kira
sama dengan 151 jilid kamus bahasa Inggris-Indonesia, tiap jilid setebal 660
halaman, total berat 151 kg, yang kalau disusun berjajar membutuhkan ruang
sepanjang 6m.
2. Portabilitas
Data yang telah dikompresi akan berukuran jauh lebih kecil daripada aslinya. Akan
lebih ringan dan lebih mudah membawa sebuah CD ROM daripada membawa
informasi dalam bentuk buku. Pada ilustrasi di atas lebih mudah untuk membawa
hard disk portable Logitec yang beratnya hanya 180 gram dan bisa dimasukkan ke
saku, padahal isinya sama dengan buku dalam 1 almari di perpustakaan.
3. Mudah untuk di-edit, diolah dan ditransfer ke media lain
Di masa lampau kita memerlukan penghapus, stypo, tip ex, untuk melakukan
koreksi tulisan. Jika tulisan berada dalam format elektronik, kita akan sangat mudah
melakukan koreksi, menambahkan baris, mengatur lay out tulisan.
Proses transfer pun menjadi lebih mudah. Jika dahulu kita harus memakai mesin
fotocopy untuk membuat salinan suatu artikel atau buku, saat ini kita telah terbiasa
mengcopy dokumen dalam bentuk file elektronik ke dalam disket, atau ke dalam
harddisk komputer.
4
3. Dari Offline menuju Online
Berbagai macam kelebihan dapat kita peroleh jika informasi disajikan berupa digital.
Buku yang berjilid-jilid dapat disimpan dalam bentuk file yang cukup dimuat dalam
sekeping CD ROM. Proseding seminar yang dulu biasa dibagikan dalam bentuk cetak
dan beratnya kadang bisa sekitar 5 kg, saat ini lebih populer dibagikan dalam bentuk
CDROM. Akan tetapi informasi seperti ini masih tersedia dalam bentuk offline, yaitu
tidak terkoneksikan ke internet. Kalau ada kolega kita di kota lain yang memerlukan
data tersebut, mau tidak mau kita harus memakai jasa pos untuk mengirim CDROM
tersebut. Tidakkah ada jalan lain yang lebih mudah untuk mentransmisikan informasi
tersebut ?
Sebagaimana dijelaskan, kelebihan informasi digital adalah “kompresi” dan kemudahan
untuk ditransfer ke media elektronik lain. Kelebihan ini dimanfaatkan secara optimal
oleh teknologi internet, misalnya dengan menaruhnya ke suatu website atau umumnya
disebut dengan meng-upload. Cara seperti ini disebut membuatnya online di dunia cyber.
Pengiriman informasi dalam CD ROM yang tadinya harus dikirimkan lewat pos,
sekarang telah dapat dilakukan secara elektronik, sehingga jauh lebih cepat. Buku yang
berada di perpustakaan di Jepang, apabila dibuat dalam bentuk digital dan ditaruh di
harddisk komputer yang tersambung internet, dapat langsung dinikmati oleh pelajar dan
masyarakat di Indonesia. Saat saya masih mahasiswa, apabila membutuhkan suatu
artikel ilmiah yang ditulis oleh professor di AS, perlu memesan ke perpustakaan dan
harus menunggu, kadang berminggu-minggu, sampai artikel tersebut dapat diperoleh.
Saat ini proses mencari literatur menjadi jauh lebih mudah. Kita cukup online ke
internet, dan mendownload file tersebut dari situs yang menyediakan artikel yang
dimaksud. Kadang-kadang penulis artikel itu menaruh artikel di websitenya, agar
mudah diakses oleh peneliti lain.
Dengan kata lain, cara mengirimkan CDROM lewat pos adalah konvensional, yaitu
memindahkan “atom” dari satu tempat ke tempat lain. Sedangkan cara kedua dengan
mengonlinekan isi CDROM tersebut di internet, berarti mentransmisikan informasi
berupa bit dari satu terminal komputer ke yang lain. Secepat-cepatnya kita mengirim
barang, misalnya dengan Fedex atau EMS, dari Jepang ke Indonesia memerlukan waktu
sekitar tiga hari. Akan tetapi proses transmisi bit pada koneksi internet jauh lebih cepat.
Dari Indonesia kita dapat mendownload suatu file di perpustakaan digital di Amerika
5
hanya dalam satuan detik.
Dapat disimpulkan bahwa meng-online-kan suatu informasi berarti melakukan potong
kompas terhadap jarak dan waktu: dua buah dimensi yang selama ini sangat membatasi
aktivitas manusia. Informasi online membuat akses semakin luas, dan transfer informasi
semakin cepat dan akurat.
4. Akses informasi online dalam dunia penelitian dan pendidikan
Komunitas akademik dewasa ini telah terbiasa melakukan komunikasi lewat internet.
Diskusi, pengiriman artikel, pemesanan buku, pengiriman data observasi, dan berbagai
aktifitas lain dapat dilakukan dari sebuah PC yang terkoneksikan ke internet. Akses
informasi yang dapat dilakukan kapan saja, siapa saja, di mana saja ini, telah
memberikan kontribusi signifikan terhadap berkembangnya ilmu pengetahuan.
Perpustakaan merupakan sumber literatur utama bagi seorang peneliti untuk mengikuti
perkembangan bidang yang ditekuninya. Sebagian besar waktu dihabiskan untuk
membaca journal ilmiah, laporan penelitian, prosiding seminar, yang tersedia dalam
bentuk buku, disimpan di perpustakaan. Hal yang paling sulit adalah bagaimana
memilih informasi yang diperlukan di antara ribuan atau jutaan halaman yang tersedia,
padahal waktu yang ada sangat terbatas.
Masalah ini dapat dipecahkan apabila journal, laporan, buku dan informasi lain yang
dicari tersebut berada dalam format elektronik (misalnya format PDF, Word, postscript
dsb.), sehingga dapat diakses online melalui internet. Misalnya situs journal IEEE
(http://www.ieee.org), PubMed, dll. Dengan adanya sumber online, peneliti lebih mudah
mencari literatur dan informasi terbaru dalam bidangnya.
Ada layanan yang mempermudah memilih informasi online yang diperlukan, yaitu
searching engine di internet. Yang sangat populer adalah http://google.com dan
http://yahoo.com. Situs searching engine lain seperti http://vivisimo.com memiliki
kelebihan, dengan mengelompokkan hasil searching ke dalam beberapa group (cluster),
menurut kata kunci pada situs tersebut. Tersedianya informasi di internet dan semakin
canggihnya alat pencari membuat peneliti menjadi lebih cepat dalam mencari informasi
yang diperlukannya.
6
Apakah efek kemudahan mendapatkan informasi di intenet ? Salah satu penelitian
menarik dilakukan oleh Steve Lawrence, yang dimuat di journal penelitian terkemuka
Nature [2] memberikan kesimpulan bahwa frekuensi rujukan terhadap artikel yang
dimuat online (ditampilkan di internet), ternyata lebih banyak daripada artikel yang
dimuat secara offline (tidak ditampilkan di internet). Lawrence mengamati sekitar 120
ribu artikel ilmiah di bidang komputer, yang dipublikasikan dari tahun 1989 sampai
2000. Data menunjukkan bahwa artikel yang ditampilkan secara online rata-rata 7.03
kali dijadikan rujukan oleh penelitian lain, sedangkan artikel offline hanya sekitar 2.74.
Fakta ini membuat Lawrence berkesimpulan, bahwa peningkatan kemampuan akses
terhadap suatu paper meningkatkan kesempatan bagi peneliti lain untuk menemukan
informasi yang diperlukan. Hal ini akan berdampak nyata pada berkembangnya suatu
disiplin ilmu.
Contoh lain adalah tersedianya data hasil observasi di internet agar dapat dimiliki
bersama. Misalnya sebagaimana yang lazim dilakukan dalam bidang bioinformatika.
Bioinformatika merupakan bidang baru yang merupakan perkawinan antara biologi dan
teknologi informasi. Dalam hal ini, istilah “teknologi informasi” tidak terbatas pada
internet saja, melainkan pada proses pengolahan informasi secara umum. Dengan
demikian aspek teknologi informasi dalam bioinformatika melibatkan juga teknologi
database, pattern recognition, softcomputing, expert system, kecerdasan buatan, dsb.
Dewasa ini, seiring dengan selesainya Human Genome Project, susunan DNA tubuh
manusia telah dapat dipetakan. Dalam era post genome project ini minat penelitian
ditujukan untuk menemukan fungsi dari gen pada tubuh manusia, dan aplikasinya pada
dunia medis. Misalnya pemilihan terapi penyakit yang tepat bagi individu, yang sering
disebut dengan tailormade medicine. Artikel ilmiah maupun data yang dipakai dalam
penelitian tsb. umumnya tersedia secara online, dan dapat diakses oleh peneliti yang lain.
Dengan demikian terbuka kesempatan bagi anggota komunitas bioinformatika yang lain
untuk membahas dan menganalisa data sesuai dengan spesialisasi masing-masing. Hal
ini turut mendorong ditemukannya metoda-metoda komputasi baru yang menjadi
feedback positif bagi peneliti tersebut.
Dari contoh-contoh di atas dapat dirangkumkan bahwa usaha meng-online-kan
informasi memiliki beberapa manfaat penting, antara lain:
1. Artikel ilmiah yang dimuat secara online, memiliki potensi akses yang lebih besar
dan lebih sering dipakai sebagai rujukan
2. Semakin luasnya kesempatan akses pada suatu informasi, pada gilirannya dapat
7
memberikan feedback positif bagi pemilik awal informasi tersebut
3. Data dan informasi yang dimuat secara online dapat membantu akselerasi
perkembangan suatu cabang ilmu pengetahuan baru.
5. Usaha yang dilakukan oleh komunitas TI Indonesia
Usaha meng-online-kan informasi penelitian ini tidak hanya dilakukan oleh negara maju.
Komunitas TI Indonesia tidak ketinggalan dalam memanfaatkan teknologi internet
untuk meng-online-kan informasi dalam dunia penelitian. Beberapa usaha yang telah
dilakukan antara lain:
1. Edukasi online
Aktifitas yang sering disebut dengan e-learning ini memanfaatkan internet sebagai
wahana belajar mengajar. Beberapa di antaranya adalah situs berita iptek
(http://beritaiptek.com) yang memuat berita ilmu pengetahuan dan teknologi dalam
bahasa Indonesia, situs ilmukomputer.com yang mendapat penghargaan
internasional WSIS award dari PBB, dan situs-situs lain yang belakangan ini
semakin menjamur.
2. Digital Library
Salah satu contoh adalah http://www.greendigitalpress.com. Usaha ini dirintis oleh
Arief Budi Witarto dan Romi Satria Wahono, keduanya peneliti di LIPI. Ide awal
proyek ini berasal dari keinginan mewujudkan perpustakaan digital Indonesia, yang
dapat diakses online di internet. Contoh dari situs serupa di dunia adalah situs
PubMed (http://www.pubmed.com) di bidang biomedik, atau situs CiteSeer.IST
(http://citeseer.ist.psu.edu) di bidang komputer, yang menyediakan ribuan artikel
ilmiah dalam format elektronik (format PDF) kontribusi dari seluruh dunia. Situs
digital library Indonesia ini memuat abstrak publikasi khusus di Indonesia (paper &
paten). Hal ini akan memberikan kemudahan akses bagi peneliti lain dan
mempercepat proses komunikasi komunitas ilmiah Indonesia.
3. Diskusi ilmiah lewat mailing list (disingkat milis)
Mailing list adalah forum diskusi yang berlangsung lewat electronic mail. Beberapa
komunitas ilmiah seperti IECI (Indonesian Society on Electrical, Electronics,
Comunication & Information), HFI (Himpunan Fisika Indonesia),
Biotek-indonesia.net telah memiliki forum diskusi sendiri. Pada milis yang aktif,
secara reguler diadakan seminar online. Salah satu peserta mempresentasikan
penelitiannya, dan peserta yang lain mengajukan pertanyaan atau memberikan
masukan, lewat email. Selain presentasi penelitian, konsultasi masalah, kegiatan lain
8
misalnya resensi paper penelitian yang terbaru.
6. Masalah yang timbul saat meng-online-kan informasi
Semakin banyaknya informasi tersedia secara online, memberikan efek positif bagi
kegiatan bisnis, pendidikan dan penelitian. Namun hal ini tidak terlepas dari berbagai
kendala yang perlu diwaspadai oleh pengguna internet.
1. Sekuriti
Masalah utama pemakai internet adalah sekuriti. Serangan virus, spamming mail
merupakan ancaman pertama begitu kita online di internet. Virus dapat menghapus
data di hard disk, merusak file penelitian dan mencuri informasi pribadi.
2. Hak cipta
Tulisan ilmiah yang dibuat online seringkali dijiplak oleh pihak lain tanpa seijin
pemiliknya. Kalimat-kalimat pada suatu artikel dikutip tanpa menyebutkan referensi
asalnya. Ada juga pihak tak bertanggung jawab yang memakai material di internet,
tapi menghapus nama pengarangnya, atau sumber asli artikel tersebut. Seolah-olah
artikel itu adalah karyanya sendiri. Hal-hal ini dapat dikategorikan kejahatan
intelektual, dan merugikan penulis asli tulisan tersebut.
3. Kendala teknis untuk artikel yang hanya tersedia versi cetak
Tidak semua journal tersedia dalam bentuk elektronik. Terutama untuk artikel yang
diterbitkan sebelum tahun 1990, seringkali hanya tersedia versi cetak. Misalnya
journal ilmiah IEEE Trans. On Pattern Analysis and Machine Intelligence (PAMI),
kalau dilihat di situs http://www.computer.org/tpami hanya menyediakan versi
elektronik mulai tahun 1988. Artikel-artikel yang sudah tua juga masih tersedia
dalam wujud “atom”, yaitu berupa kertas. Tapi dewasa ini, sudah banyak dijual
scanner yang mampu men-scan satu halaman dokumen dalam waktu kurang dari 1
detik, dan langsung dikonversikan ke format PDF. Misalnya “ScanSnap” produk
Fujitsu, yang sudah termasuk di dalamnya software Adobe Acrobat untuk
mengkonversikan hasil scan ke dalam format PDF.
Selain masalah tersebut masih banyak hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam
meng-online-kan informasi. Resiko memang ada. Tapi hal itu memang harus kita lewati
untuk mencapai kemajuan. No risk, No gain.
9
7. Kesimpulan
Makalah ini membahas mengenai pengaruh positif dari informasi online. Berbagai
penelitian menunjukkan adanya kontribusi signifikan dari informasi online terhadap
akselerasi penelitian iptek. Hal ini ditunjukkan antara lain oleh tingginya frekuensi
rujukan paper ilmiah online dibandingkan paper yang tidak dapat diakses online,
cepatnya perkembangan bidang bioinformatika yang memanfaatkan internet secara
optimal untuk bertukar data dan hasil observasi. Walaupun pada pelaksanaannya masih
ada kelemahan dan kendala dalam hal sekuriti, hak cipta dll. tetapi proses
meng-online-kan informasi ini merupakan etape yang harus kita lalui untuk memajukan
pendidikan dan riset di Indonesia.
Referensi
[1] Nicholas Negroponte, Being Digital, Random House (1996)
[2] Steve Lawrence, “Online or Invisible”, Nature, Vol.411, No.6837, pp.5221, 2001
versi online dapat diakses di http://citeseer.ist.psu.edu/online-nature01/
Anto Satriyo Nugroho
Alumni SMAN 1 Surakarta th.1989. Anggota tim IMO
XXX di Braunscweig, Jerman, 1989. Pendidikan S1
(B.Eng), S2 (M.Eng) dan S3 (Dr.Eng) diselesaikan pada
tahun 1995, 2000 dan 2003, di Dept. of Electrical &
Computer Engineering, Nagoya Institute of Technology,
Japan, atas beasiswa STMDP-II dan Monbukagakusho.
Bekerja di Pusat Pengkajian & Penerapan Teknologi
Informasi & Elektronika (P3TIE), BPP Teknologi, Jakarta. Saat ini ditugaskan ke
Jepang untuk kerjasama penelitian, dan berstatus sebagai visiting professor pada School
of Life System Science & Technology, Chukyo University, Japan. Tema penelitian yang
dilakukan saat ini adalah analisa informasi dimensi tinggi dan aplikasinya pada
bioinformatika. Anggota organisasi ilmiah IEEE, IEICE, IECI, ISTECS, ISCB, IPSJ dan
JSBI.

SDM yang Efektif

Ditulis oleh adzanwahiddien di/pada Maret 25, 2009
M a k a l a h Disusun Oleh : H.Entang Adhy Muhtar,Drs.MS
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS PADJADJARAN
KATA PENGANTAR
Makalah ini mengangkat judul tentang “Strategi Perencanaan Sumberdaya Manusia yang efektif”. Hal ini didasarkan pada suatu pemikiran bahwa organisasi publik maupun bisnis saat ini dihadapkan pada suatu perubahan kondisi lingkungan yang semakin cepat . Keselarasan antara perencanaan sumber daya manusia (SDM) dapat membangun kinerja organisasi yang mampu mengadaptasi dengan perubahan tadi. Untuk merancang dan mengembangkan perencanaan sumber daya manusia yang efektif bukanlah pekerjaan yang mudah, dia membutuhkan suatu pemikiran, pertimbangan jangka pendek maupun jangka panjang. Tiga tahap perencanaan yang saling terkait, seperti strategic planning yang bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan organisasi dalam lingkungan persaingan. Kedua, operational planning, yang menunjukkan demand terhadap SDM, dan ketiga, human resources planning, yang digunakan untuk memprediksikualitas dan kuantitas kebutuhan sumber daya manusia dalam jangka pendek dan jangka panjang yang menggabungkan program pengembangan dan kebijaksanaan SDM. Dalam pelaksanaannya, perencanaan sumber daya manusia harus disesuaikan dengan strategi tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisikan adanya kesenjangan agar tujuan dengan kenyataan dan sekaligus menfasilitasi keefektifan organisasi dapat dicapai. Perencanaan sumber daya manusia harus diintegrasikan dengan tujuan perencanaan jangka pendek dan jangka panjang organisasi. Hal ini diperlukan agar organisasi bisa terus survive dan dapat berkembang sesuai dengan tuntutan perubahan yang sangat cepat dan dinamis . Dengan selesainya makalah ini ,kami ucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan kontribusi dalam penulisan makalah ini. Semoga bermamfaat. Bandung, Pebruari 2007
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……………………………………………………. i
DAFTAR ISI ………………………………………………………….. ii
1. Pendahuluan ………………………………………………………… 1
2. Berbagai Pengertian dan Strategi Perencanaan SDM ……. 3
3. Manfaat Pengembangan SDM di Masa Depan …………….. 6
4. Tahapan Perencanaan SDM ………………………………………….. 8
5. Kesenjangan dalam Perencanaan Sumber daya Manusia … 9
6. Implementasi Perencanaan SDM…………………………………. 11
7. Penutup …………………………………………………………………. 14
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………….. 16
STRATEGI PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG EFEKTIF
1. PENDAHULUAN.
Sebuah organisasi dalam mewujudkan eksistensinya dalam rangka mencapai tujuan memerlukan perencanaan Sumber daya manusia yang efektif. Suatu organisasi, menurut Riva’i( 2004:35) “tanpa didukung pegawai/karyawan yang sesuai baiik segi kuantitatif,kualitatif, strategi dan operasionalnya ,maka organisasi/perusahaan itu tidak akan mampu mempertahankan keberadaannya, mengembangkan dan memajukan dimasa yang akan datang”. Oleh karena itu disini diperlukan adanya langkah-langkah manajemen guna lebih menjamin bahwa organisasi tersedia tenaga kerja yang tepat untuk menduduki berbagai jabatan, fungsi, pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan . Perencanaan sumber daya manusia (Human Resource Planning) merupakan proses manajemen dalam menentukan pergerakan sumber daya manusia organisasi dari posisi yang diinginkan di masa depan, sedangkan sumber daya manusia adalah seperangkat proses-proses dan aktivitas yang dilakukan bersama oleh manajer sumber daya manusia dan manajer lini untuk menyelesaikan masalah organisasi yang terkait dengan manusia. Tujuan dari integrasi system adalah untuk menciptakan proses prediksi demand sumber daya manusia yang muncul dari perencanaan strategik dan operasional secara kuantitatif, dibandingkandengan prediksi ketersediaan yang berasal dari program-program SDM. Oleh karena itu, perencanaan sumber daya manusia harus disesuaikan dengan strategi tertentu agar tujuan utama dalam memflitasi keefektifan organisasi dapat tercapai.. Strategi bisnis di masa yang akan datang yang dipengaruhi perubahan kondisi lingkungan menuntut manajer untuk mengembangkan program-program yang mampu menterjemahkan current issues dan mendukung rencana bisnis masa depan. Keselarasan antara bisnis dan perencanaan sumber daya manusia (SDM) dapat membangun perencanaan bisnis yang pada akhirnya menentukan kebutuhan SDM. Beberapa faktoreksternal yang mempengaruhi aktivitas bisnis dan perencanaan SDM, antara lain: globalisasi, kemajuan teknologi, pertumbuhan ekonomi dan perubahan komposisi angkatan kerja. Perubahan karakteristik angkatan kerja yang ditandai oleh berkurangnya tingkat pertumbuhan tenaga kerja, semakin meningkatnya masa kerja bagi golongan tua, dan peningkatan diversitas tenaga kerja membuktikan perlunya kebutuhan perencanaan SDM. Dengan demikian, proyeksi de3mografis terhadap angkatan kerja di masa depan akan membawa implikasi bagi pengelolaan sumber daya manusia yang efetif. Peramalan kebutuhan sumber daya manusiadi masa depan serta perencanaan pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia tersebut merupakan bagian dalam perencanaan sumber daya manusia yang meliputi pencapaian tujuan dan implementasi program-program. Dalam perkembangannya, perencanaan sumber, perencanaan sumber manusia juga meliputi pengumpulan data yang dapat digunakan untuk mengevaluasi keefektrifan program-program yang sedang berjalan dan memberikan informasi kepada perencanaan bagi pemenuhan kebutuhan untuk revisi peramalan dan program pada saat diperlukan. Tujuan utama perencanaan adalah memfasilitasi keefektifan organisasi, yang harus diintegrasikan dengan tujuan perencanaan jangka pendek dan jangka panjang organisasi (Jackson & Schuler, 1990). Dengan demikian, perencanaan sumber daya manusia merupakan suatu proses menterjemahkan strategi bisnis menjadi kebutuhan sumber daya manusia baik kualitatif maupun kuantitatif melalui tahapan tertentu. 2. Berbagai Pengertian dan Strategi Perencanaan SDM Mondy & Noe (1995) mendefinisikan Perencanan SDM sebagai proses yang secara sistematis mengkaji keadaan sumberdaya manusia untuk memastikan bahwa jumlah dan kualitas dengan ketrampilan yang tepat, akan tersedia pada saat mereka dibutuhkan”. Kemudian Eric Vetter dalam Jackson & Schuler (1990) dan Schuler & Walker (1990) mendefinisikan Perencanaan sumber daya manusia (HR Planning) sebagai; proses manajemen dalam menentukan pergerakan sumber daya manusia organisasi dari posisinya saat ini menuju posisi yang diinginkan di masa depan. Dari konsep tersebut, perncanaan sumber daya manusia dipandang sebagai proses linear, dengan menggunakan data dan proses masa lalu (short-term) sebagai pedoman perencanaan di masa depan (long-term). Dari beberapa pengertian tadi ,maka perencanaan SDM adalah serangkaian kegiatan atau aktivitas yang dilakukan secara sistematis dan strategis yang berkaitan dengan peramalan kebutuhan tenaga kerja/pegawai dimasa yang akan datang dalam suatu organisasi (publik,bisnis ) dengan menggunakan sumber informasi yang tepat guna penyediaan tenaga kerja dalam jumlah dan kualitas sesuai yang dibutuhkan. Adapun dalam perencanaan tersebut memerlukan suatu strategi yang didalamnya terdapat seperangkat proses-proses dan aktivitas yang dilakukan bersama oleh manajer sumber daya manusia pada setiap level manajemen untuk menyelesaikan masalah organisasi guna meningkatkan kinerja organisasi saat ini dan masa depan serta menghasilkan keunggulan bersaing berkelanjutan. Dengan demikian, tujuan perencanaan sumber daya manusia adalah memastikan bahwa orang yang tepat berada pada tempat dan waktu yang tepat,sehingga hal tersebut harus disesuaikan dengan rencana organisasi secara menyeluruh. Untuk merancang dan mengembangkan perencanaan sumber daya manusia yang efektif menurut Manzini (1996) untuk, terdapat tiga tipe perencanaan yang saling terkait dan merupakan satu kesatuan sistem perencanaan tunggal. Pertama, strategic planning yang bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan organisasi dalam lingkungan persaingan, Kedua, operational planning, yang menunjukkandemand terhadap SDM, dan Ketiga, human resources planning, yang digunakan untuk memprediksi kualitas dan kuantitas kebutuhan sumber daya manusia dalam jangka pendek dan jangka panjang yang menmggabungkan program pengembangan dan kebijaksanaan SDM. Perencanaan sumber daya manusia dengan perencanaan strategik perlu diintegrasikan untuk memudahkan organisasi melakukan berbagai tindakan yang diperlukan ,manakala terjadi perubahan dan tuntutan tujuan pengintegrasian perencanaan sumber daya manusia adalah untuk mengidentifikasi dan menggabubungkan faktor-faktor perencanaan yang saling terkait, sistematrik, dan konsisten. Salah satu alasan untuk mengintegrasikan perencanaan sumber daya manusia dengan perencanaan strategik dan operasional adalah untuk mengidentifikasi human resources gap antara demand dan supply, dalam rangka menciptakan proses yang memprediksi demand sumber daya manusia yang muncul dari perencanaan strategik dan operasional secara kuantitatif dibandingkan dengan prediksi ketersediaan yang berasal dari program-program SDM. Pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia organisasi di masa depan ditentukan oleh kondisi faktor lingkungan dan ketidakpastian, diserta tren pergeseran organisasi dewasa ini. Organisasi dituntut untuk semakin mengandalkan pada speed atau kecepatan, yaitu mengupayakan yang terbaik dan tercepat dalam memenuhi kebutuhan tuntutan/pasar (Schuler & Walker, 1990). 3. Manfaat Pengembangan SDM di Masa Depan Pimpinan yang secara teratur melakukan proses pengembangan strategi sumber daya manusia pada organisasinya akan memperoleh manfaat berupa distinctive capability dalam beberapa hal dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan, seperti :Yang sifatnya strategis yakni : 1.Kemampuan mendifinisikan kesempatan maupun ancaman bagi sumber daya manusia dalam mencapai tujuan bisnis. 2.Dapat memicu pemikiran baru dalam memandang isu-isu sumber daya manusia dengan orientasi dan mendisdik patisipan serta menyajikan perluasan perspektif. 3.Menguji komitmen manajemen terhadap tindakan yang dilakukan sehingga dapat menciptakan proses bagi alokasi sumber daya program-program spesifik dan aktivitas. 4.Mengembangkan “sense of urgency” dan komitmen untuk bertindak. Kemudian yang sifatnya opersional ,perencanaan SDM dapat bermamfaat untuk : 1.Meningkatkan pendayagunaan SDM guna memberi kontribusi terbaik, 2.Menyelaraskan aktivitas SDM dengan sasaran organisasi agar setiap pegawai/tenaga kerja dapat mengotimalkan potensi dan ketrampilannya guna meningkatkan kinerja organisasi, 3.Penghematan tenaga,biaya, waktu yang diperlukan ,sehingga dapat meningkatkan efisiensi guna kesejahteraanpegawai/karyawan.(Nawawi, 1997: 143) Adapun pola yang dapat digunakan dalam penyusunan strategi sumber daya manusia organisasi di masa depan antara lain , (Schuler & Walker, 1990) : • Manajer lini menangani aktivitas sumber daya manusia (strategik dan manajerial), sementara administrasi sumber daya manusia ditangani oleh pimpinan unit teknis operasional. • Manajer lini dan Biro kepegawaian/ sumber daya manusia saling berbagi tanggung jawab dan kegiatan, dalam kontek manajer lini sebagai pemilik dan sumber daya manusia sebagai konsultan. • Departemen sumber daya manusia berperan dalam melatih manajer dalam praktik-praktik sumber daya manusia dan meningkatkan kesadaran para manajer berhubungan dengan HR concerns 4. Tahapan Perencanaan SDM Menurut Jackson dan Schuler (1990), perencanaan sumber daya manusia yang tepat membutuhkan langkah-langkah tertentu berkaitan dengan aktivitas perencanaan sumber daya manusia menuju organisasi modern. Langkahlangkah tersebut meliputi : 1.Pengumpulan dan analisis data untuk meramalkan permintaan maupun persediaan sumber daya manusia yang diekspektasikan bagi perencanaan bisnis masa depan. 2.Mengembangkan tujuan perencanaan sumber daya manusia 3.Merancang dan mengimplementasikan program-program yang dapat memudahkan organisasi untuk pencapaian tujuan perencanaan sumber daya manusia 4.Mengawasi dan mengevaluasi program-program yang berjalan. Keempat tahap tersebut dapat diimplementasikan pada pencapaian tujuan jangka pendek (kurang dari satu tahun), menengah (dua sampai tiga tahun), maupun jangka panjang (lebih dari tiga tahun). Rothwell (1995) menawarkan suatu teknik perencanaan sumber daya manusia yang meliputi tahap : (1) investigasi baik pada lingkungan eksternal, internal, organisasional: (2) forecasting atau peramalan atas ketersediaan supply dan demand sumber daya manusia saat ini dan masa depan; (3) perencanaan bagi rekrumen, pelatihan, promosi, dan lain-lain; (4) utilasi, yang ditujukan bagi manpower dan kemudian memberikan feedback bagi proses awal. Sementara itu, pendekatan yang digunakan dalam merencanakan sumber daya manusia adalah dengan actiondriven ,yang memudahkan organisasi untuk menfokuskan bagian tertentu dengan lebih akurat atau skill-need, daripada melakukan perhitungan numerik dwengan angka yang besar untuk seluruh bagian organisasi. Perencanaan sumber daya manusia umumnya dipandang sebagai ciri penting dari tipe ideal model MSDM meski pada praktiknya tidak selalu harus dijadikan prioritas utama. Perencanaan sumber daya manusia merupakan kondisi penting dari “integrasi bisnis” dan “strategik,” implikasinya menjadi tidak sama dengan “manpower planning” meski tekniknya mencakup hal yang sama. Manpower planning menggambarkan pendekatan tradisional dalam upaya forecasting apakah ada ketidaksesuaian antara supply dan demand tenaga kerja, serta merencanakan penyesuaian kebijakan yang paling tepat. Integrasi antara aspek-aspek perencanaan sumber daya manusia terhadap pengembangan bisnis sebaiknya memastikan bahwa kebutuhan perencanaan sumber daya manusia harus dilihat sebagai suatu tanggung jawab ini. 5. Kesenjangan dalam Perencanaan Sumber daya Manusia Dalam perencanaan SDM tidaklah semudah apa yang dibayangkan, kendati telah ada perhitungan dan pertimbangan berdasarkan kecenderungan dan data yang tersedia, tapi kemelencengan bisa saja terjadi. Hal ini wajar karena selain adanya dinamika organisasi juga adanya perubahan faktor lingkungan , kebijakan yang tidak diantisipasisi sebelumnya. Proses perencanaan sering tidak berjalan sebagaimana mestinya, karena kebijakan perencanaan tidak dibuat secara detil, sehingga terjadi kesenjangan antara kebijakan sebelumnya dengan aspek teknis operasional secara empiris . Persoalan yang dihadapi dalam perencanaan sumber daya manusia dalam pengembangan dan implementasinya dari strategi sumber daya manusia dapat dikelompokkan ke dalam empat permasalah (Rothwell, 1995) : Pertama, perencanaan menjadi suatu problema yang dirasa tidak bermanfaat karena adanya perubahan pada lingkungan eksternal organisasi, meskipun nampak adanya peningkatan kebutuhan bagi perencanaan. Kedua, realitas dan bergesernya kaleidoskop prioritas kebijakan dan strategi yang ditentukan oleh keterlibatan interes group yang memiliki power. Ketiga, kelompok faktor-faktor yang berkaitan dengan sifat manajemen dan ketrampilan serta kemampuan manajer yang memiliki preferensi bagi adatasi pragmatik di luar konseptualisasi, dan rasa ketidakpercayaan terhadap teori atau perencanaan, yang dapat disebabkan oleh kurangnya data, kurangnya pengertian manajemen lini, dan kurangnya rencana korporasi. Keempat, pendekatan teoritik konseptual yang dilakukan dalam pengujian kematangan perencanaan sumber daya manusia sangat idealistik dan preskriptif, di sisi lain tidak memenuhi realita organisasi dan cara manajer mengatasi masalah-masalah spesifik. Permasalahan tersebut merupakan sebuah resiko yang perlu adanya antisipasi dengan menerapkan aspek fleksibilitas ,manakala terjadi kesenjangan di lapangan. Namun sedapat mungkin manajer telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi secara cermat setiap perkembangan yang terjadi , karena pada dasarnya sebuah bangunan perencanaan SDM tidak harus dibongkar secara mendasar , jika ada kekurangan dan kelemahan ,tentu ada upaya mengatasi jalan keluar yang terbaik. Oleh karena itu diperlukan analisis terhadap perencanaan yang dibuat dengan menreapkan analisi SWOT. 6. Implementasi Perencanaan SDM Pemilihan teknik merupakan starting point dalam melaksanakan berbagai aktivitas yang berhubungan dengan gaya manajeral, nilai dan budaya secara keseluruhan. Beberapa teknik perencanaan sumber daya manusia (Nursanti, 2002 : 61) dapat diimplementasikan dalam proses rekrutmen dan perencanaan karir. a. Rekrutmen Identifikasi kemungkinan ketidakcocokan antara supply dan demand serta penyesuaian melalui rekrutmen, sebelumnya dilihat sebagai alasan perencanaan manpower tradisional. Oleh karena itu diperlukan pendekatan baru yang mempertimbangkan kombinasi kompetensi karyawan melalui pengetahuan, keterampilan dan sikap dan pengalaman yang dimiliki. Perencanaan MSDM dapat dijadikan petunjuk dan memberikan wawasan masa yang akan datang bagi orang-orang yang diperlukan untuk m,enyampaikan produk-produk inovatif atau pelayanan berkualitas yang difokuskan melalui strategi bisnis dalam proses rekrutmen. b. Perencanaan Karir Hal ini membutuhkan pengertian proses-proses yang diintegrasikan pada karekteristik individual dan preferensi dengan implikasinya pada : budaya organisasi, nilai dan gaya, strategi bisnis dan panduan, struktur organisasi dan perubahan, sistem reward, penelitian dan sistem pengembangan, serat penilaian dan sistem promosi. Beberapa organisasi dewasa ini menekankan pada tanggung jawab individual bagi pengembangan karir masing-masing. Sistem mentoring formal maupun informal diperkenalkan untuk membantu pencapaian pengembangan karir. Seberapa jauh fleksibelitas dan efisiensi organisasi ditentukan oleh kebijakan pemerintah, baik fiskal maupun pasar tenaga kerja. c. Evaluasi Perencanaan SDM Perencana sumber daya manusia dapat digunakan sebagai indikator kesesuaian antara supply dan demand bagi sejumlah orang-orang yang ada dalam organisasi dengan keterampilan yang sesuai : perencanaan sumber daya manusia juga berguna sebagai “early warning” organisasi terhadap implikasi strategi bisnis bagi pengembangan sumber daya manusia dengan melakukan audit terhadap SDM. Teknik-teknik yang dapat digunakan dalam evaluasi perencanaan sumber daya manusia meliputi : a. Audit sederhana terhadap sasaran apaqkah memenuhi tujuan, kekosongan terisi, biaya berkurang, dan sebagainya. Sedangkan tingkat audit tergantung pada tujuan organisasi dan seberapa jauh analisis terhadap keberhasilan maupunb penyimpangan dapat dilakukan. b. Evaluasi sebagai bagian dari tinjauan prosedur organisasi lain sesuai standar penggunaan : a. Prosedur total kualitas; perlu bagi kebutu8han pengawasan dan dapat menggambarkan atensi bagi ketidakcukupan SDM b. Prosedur investasi manusia; perlu pengawasan bagi hasil pelatihan terhadap analisis kebutuhan pelatihan bagi seluruh karyawan berbasis kontinyuitas. c. Pendekatan analitis bagi utilisasi sumber daya manusia dan pengawasan hasil c. Evaluasi sebagai bagian dari audit komunikasi generalv atau survai sikap karyawan d. Dimasukkannya hal-hal berikut sebagai bagian audit yang lebih luas atau tinjauan fungsi SDM : • Nilai tambah yang diperoleh organisasi, misalnya dalam mengembangkan manusia atau pengurangan perpindahan tenaga kerja. • Dalam pemenuhan target departemen sumber daya manusia atau penetapan fungsi • Dalam pengwasan pencapaian “equal opportunity target” dalam hal gender atau ras • Sebagai bagian bentuk internal atau eksternal bench-marking komporasi dari perencanaan sumber daya manusia yang digunakan dan outcomes dalam bagian lain di organisasi yang sama e. Melakukan review atas penilaian individu. Dengan demikian, dapat dijelaskan bahwa tujuan perencanaan sumber daya manusia adalh memastikan bahwa orang yang tepat berada pada tempat dan waktu yang tepat, sehingga hal tersebut harus disesuaikan dengan rencana organisasi secara menyeluruh. Salah satu hasil evaluasi penerapan program jangkan panjang dapat ditujukan bagi perencanaan program suksesi. 7 . Penutup. Berdasarkan uraian sebelumnya, pada bab ini penulis mengemukakan beberapa kesimpulan : 1. Perencanaan sumber daya manusia (Human Resource Planning) merupakan salah satu fungsi dalam Manajemen Sumberdaya manusia yang mengorientasi pada bagaimana menyusun langkah-langkah strategi menyiapkan sumberdaya manusia (pegawai/karyawan) dalam suatu organisasi secara tepat dalam jumlah dan kualitas yang diperlukan .Perencanaan SDM sebagai; proses manajemen dalam menentukan pergerakan sumber daya manusia organisasi dari posisinya saat ini menuju posisi yang diinginkan di masa depan dengan menggunakan data sebagai pedoman perencanaan di masa depan . 2. Perencanaan sumber daya manusia awal difokuskan pada perencanaan kebutuhan sumber daya manusia di masa depan serta cara pencapaian tujuannya dan implementasi program-program, yang kemudian berkembang, termasuk dalam hal pengumpulan data untuk mengevaluasi keefektifan program yang sedang berjalan dan memberikan informasi kepada perencana bagi pemenuhan kebutuhan untuk revisi peramalan dan program daat diperlukan. 3. Dalam pelaksanaannya, perencanaan sumber daya manusia harusdisesuaikan dengan strategi tertentu. Hal ini dimaksudkan untukmeminimalisikan adanya kesenjangan agar tujuan dengan kenyataan dan sekaligus menfasilitasi keefektifan organisasi dapat dicapai. Perencanaan sumber daya manusia harus diintegrasikan dengan tujuan perencanaan jangka pendek dan jangka panjang organisasi. Hal ini diperlukan agar organisasi bisa terus survive dan dapat berkembang sesuai dengan tuntutan perubahan yang sangat cepat dan dinamis . DAFTAR PUSTAKA Jackson, S.E., & Schuler, R.S. 1990. Human Resource Planning: Challenges for Industrial/Organization Psychologists. New York, West Publishing Company . Mondy ,R.W & Noe III,RM,1995,Human Resource Management, Massahusetts, Allyn & Bacon Nawawi, Hadari, 2001, Manajemen Sumberdaya Manusia, Yogyakarta, Gadjah Mada University Press. Nursanti, T.Desy, 2002, Strategi Teintegrasi Dalam Perencanaan SDM , dalam Usmara, A (ed), Paradigma Baru Manajemen Sumber Daya Manusia, Yogyakarta, Amara books. Purnama, N. 2000. Membangun Keunggulan Bersaing Melalui Integrasi Perencanaan Strategik dan Perendanaan SDM. Jakarta, Usahawan, 7(29):3-8 Riva’i, Veithzal, 2004, Manajemen Sumberdaya Manusia untuk Perusahaan : dari teori ke praktek, Jakarta ,RadjaGrapindo Persada. Rothwell, S. 1995. Human Resource Planning. In J. Storey (ED). Human Resource Management: A Critical Text . London: Routledge Schuler. R.S., & Walker, J.W. 1990. Human Resource Strategy: Focusing on Issues and Actions. Organizational Dynamics, New York, West Publishing Company

Penelitian Pendididkan

Pendahuluan
Berbicara tentang pendidikan, maka membahas perkembangan peradaban manusia. Perkembangan pendidikan manusia akan berpengaruh terhadap dinamika sosial-budaya masyarakatnya. Sejalan dengan itu, pendidikan akan terus mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan kebudayaan. Banyak pendapat para tokoh pendidikan yang kemudian berdampak terhadap peradaban manusia. Tulisan ini akan mendeskripsikan pendapat tentang arti pentingnya pendidikan bagi manusia, serta sasaran pendidikan secara umum di Indonesia.

Dari masa perkembangan peradaban kuno sampai munculnya abad Ć¢€Å“pencerahanĆ¢€ (renaisance) di eropa, bidang pendidikan mendapat tempat utama dan strategis dalam kehidupan pemerintahan. Pendidikan merupakan yang paling utama, hal itu setidaknya dapat kita lihat dari pendapat beberapa ahli berikut ini;
Jean Jaqques Rosseau, seorang tokoh pembaharu Perancis menyebutkan, Semua yang kita butuhkan dan semua kekurangan kita waktu lahir, hanya akan kita penuhi melalui pendidikan.
Aristoteles, ahli filsafat Yunani kuno berpendapat, bahwa perbaikan masyarakat hanya dapat dilakukan dengan terlebih dahulu meperbaiki sistem pendidikan.
Van de venter, tokoh politik ETIS atau balas budi, yang menjadi tonggak awal perkembangan munculnya golongan terpelajar Indonesia juga mengatakan, Pendidikan yang diberikan kapada rakyat pribumi, akan dapat merubah nasib pribumi,
Tokoh Pendiri nasional yakni Ir. Soekarno dan Ki Hajar Dewantara, juga menyebutkan bahwa satu-satunya yang dapat mengubah nasib suatu bangsa hanyalah Pendidikan.

Selanjutnya menurut UNESCO, badan PBB yang menangani bidang pendidikan menyerukan kepada seluruh bangsa-bangsa di dunia bahwa, jika ingin membangun dan berusaha memperbaiki keadaan seluruh bangsa, maka haruslah dari pendidikan, sebab pendidikan adalah kunci menuju perbaikan terhadap peradaban.oleh karena itu UNESCO merumuskan bahwa pendidikan itu adalah:
1. Learning how to think (Belajar bagaimana berpikir)
2. Learning how to do (Belajar bagaimana melakukan)
3. Learning how to be (Belajar bagaimana menjadi)
4. Learning how to learn (Belajar bagaimana belajar)
5. Learning how to live together (Belajar bagaimana hidup bersama)
Dengan demikian, jelaslah bahwa pendidikan adalah sesuatu yang sangat penting dan mutlak bagi umat manusia. Oleh karena itu, tidaklah sekedar transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge). Tujuan pendidikan sesungguhnya menciptakan pribadi yang memiliki sikap dan kepribadian yang positif. Sikap dan kepribadian yang positif antara lain:
• Memiliki dan bangga berkompetensi, yakni memiliki Ilmu pengetahuan
• Bangga berdisiplin
• Tahan mental menghadapi kesulitan hidup
• Jujur dan dapat dipercaya (memiliki karakter yang baik dan integritas yang baik atau suka bekerjasama dalam tim)
• Memiliki pola pikir yang rasional dan ilmiah
• Bangga bertanggung jawab
• Terbiasa bekerja keras
• Mengutamakan kepedulian terhadap sesamanya
• Mengutamakan berdiskusi dari pada berdebat (not conflict but consensus)
• Hormat pada aturan
• Menghormati hak-hak orang lain
• Memiliki moral dan etika yang baik
• Mencintai pekerjaan
• Suka menabung

Menghasilkan manusia Indonesia seperti keadaan di atas merupakan keinginan insan pendidikan. Semua pendidik dan tenaga kependidikan di negeri ini harus memahami hal itu sehingga dalam melaksanakan setiap aktivitas belajar-mengajar, tidak hanya sekedar mentransfer ilmu pengetahuan kepada warga didik (warga belajar), tetapi kita harus membimbing mereka melalui melalui motivasi dan contoh keteladanan yang bermuara pada pembinaan sikap (behaviour) maupun etika/moral peserta didik ataupun warga belajar.

Sasaran Pendidikan Indonesia
Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan, akan mewujudkan pendidikan Indonesia sebagai proses pembentukan manusia Indonesia yang seutuhnya. Pernyataan itu akan termanifestasikan dalam 3 hal yaitu:
1. Penguasaan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi)
2. Estetika (Seni)
3. Moral dan Etika
Dengan demikian jelaslah bahwa pendidikan itu tidaklah sekedar transfer of knowledge. Pendidikan itu juga harus belajar tentang behaviour, etika-moral dan mental anak didik.

Presiden R.I. Susilo Bambang Yudhoyono, pada acara Hari Anak Nasional, mengatakan Bahwa Bangsa yang pendidikannya jelek tidak maju, Bangsa yang maju adalah bangsa yang produktif, inovatif, dan cerdas, di samping memiliki akhlak dan kepribadian yang baik, sehat jasmani dan rohani dan rukun satu sama lain.
Wakil Presiden Yusuf Kalla, dalam menyikapi pro dan kontra tentang standarisasi Ujian Nasional (UN) menegaskan, Anak-anak yang yang telah belajar keras dan sungguh-sungguh tidak boleh disamakan dengan anak-anak yang malas,hal itu tidak benar, karena negara Indonesaia tidak dibangun dengan kemalasan, namun harus dengan kerja keras.
Tentunya,tujuan dan sasaran pendidikan di atas akan dapat tercapai melalui peran aktif semua pihak yang terlibat yakni orangtua, tenaga pendidik, siswa-siswi, pemerintah, dan masyarakat, serta keberadaan dana pendidikan yang cukup pula. Di Indonesia, proses pendidikan belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan masyarakat, sehingga apa yang menjadi sasaran pendidikan tersebut belum dapat diwujudkan. Keadaan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, jumlah penduduk yang sangat besar, kondisi geografis Indonesia yang luas serta belum maksimalnya peran serta seluruh komponen bangsa menjadi kenyataan yang dapat memperlambat proses pembangunan pendidikan nasional. Namun berbagai upaya signifikan telah dilakukan pemerintah untuk mempercepat pembangunan pendidikan nasional, penetapan anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN maupun APBD (Sesuai pasal 31 ayat 3 UUD 1945) menjadi indikator utama dimulainya percepatan peningkatan mutu pendidikan Indonesia, pembenahan kurikulum nasional, penataan mutu tenaga pendidik yang simultan dilakukan diharapkan akan membawa perubahan ke arah terciptanya manusia Indonesia yang berpendidikan baik, bermoral, dan berdaya saing tinggi.

Penutup
Pendidikan memegang peran penting dalam pembangunan nasional. Melalui pendidikan yang baik, akan Ć¢€Å“terlahirĆ¢€ manusia Indonesia yang mampu bersaing di era globalisasi bercirikan high competition. Tanda-tanda ke arah itu sudah mulai tampak dengan adanya prestasi anak-anak bangsa pada tingkat internasional. Perolehan medali pada berbagai event sains tingkat dunia, peningkatan rating Human Development Index (HDI) manusia Indonesia, pemberantasan buta aksara yang gencar dilakukan baik melaui jalur pendidikan fomal terutama oleh jalur pendidikan nonformal, penanggulangan angka putus sekolah melalui program pendidikan kesetaraan untuk mensukseskan Program Wajib Belajar (Wajar) 9 tahun dan juga upaya pemberian kecakapan dan keterampilan hidup kepada masyarakat, upaya meningkatan minat baca masyarakat sampai ke pelosok desa, menjadi usaha dan prestasi nyata yang telah dan akan tetap kita lakukan kita torehkan saat ini. Prestasi terbaru pendidikan Indonesia adalah masuknya 4 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) nasional ke dalam kelompok 500 perguruan tinggi terbaik dunia. Melihat kesungguhan yang begitu besar dari pemerintah, maka sudah selayaknya kita sebagai anak bangsa, terutama yang bergerak pada sektor pendidikan, baik formal, nonformal, maupun in-formal, menyatukan langkah dan pikiran untuk bersama-sama membantu pemerintah meningkatan pendidikan nasional untuk menghasilkan masyarakat Indonesia yang cerdas, terampil dan berbudi pekerti yang baik demi terwujudnya tujuan negara Indonesia yakni masyarakat Indonesia yang adil dan makmur

Senin, 05 Januari 2009

Arti wana Bakti

Arti Lambang Saka Wanabakti




Bentuk
Lambang Saka Wanabakti berbentuk segilima sama sisi dengan panjang sisi 5 cm.
Isi lambaing Saka Wanabakti terdiri dari:
a. Gambar Lambang Departemen Kehutanan
b. Gambar Lambang Gerakan Pramuka
c. Tulisan dengan huruf besar berbunyi SAKA WANABAKTI
Warna Lambang Saka Wanabakti terdiri dari:
a. Warna dasar coklat
b. Warna gambar lambang Departemen Kehutanan hijau, biru, hitam
c. Warna gambar lambang lambing Gerakan Pramuka kuning
d. Warna tulisan hitam
Arti kiasan lambang Saka Wanabakti
a. Pohon hijau melambangkan hutan yang subur yang mempunyai berbagai fungsi dalam upaya konservasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
b. Pohon hitam melambangkan hutan yang produktif yang berfungsi sebagai sarana pendukung pembangunan nasional.
c. Garis-garis lengkung biru melambangkan fungsi hutan sebagai pengatur tata air.
d. Warna dasar coklat melambangkan tanah yang subur berkat adanya usaha konservasi tanah.
e. Tunas kelapa kuning melambangkan kegemilangan generasi muda yang tergabung dalam Saka Wanabakti yang giat mendukung pembangunan hutan dan kehutanan serta pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
f. Segilima melambangkan falsafah bangsa yaitu Pancasila yang merupakan azas tunggal bagi Saka Wanabakti.
g. Keseluruhan lambing Saka Wanabakti ini mencerminkan anggota Satuan Karya Pramuka Wanabakti yang aktif membantu usaha pembangunan hutan dan kehutanan serta pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup guna mencapai masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Kang Nadi

Karangan Ilmiyah

KARANGAN ILMIYAH

Karangan Ilmiyah : Karangan yang di tulis berdasarkan fakta – fakta tertentu dan dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya.

I. Ciri – ciri Karangan Ilmiyah :
1. Data dan fakta objectif berdasarkan penelitian ( Kepustakaan, Laboratorium, Lapangan ).
2. Disusun secara Sistematis ( Direncanakan, Prosedural, Konseptual Keterkaitan antara unsur – unsur ).
3. Berdasarakan Logika ( Bukan Imajinasi ).
4. Tidak menimbulkan keraguan.
5. Dikupas tuntas, Mendalam, Lengkap ( Bab. I pendahuluan, Bab. II pembahasan, Bab.III penutup ).
6. Seksama dan teliti.
7. Kesimpulannya berlaku bagi semua masalah yang teliti.
8. Menggunakan bahasa Denotatif ( Sebenarnya ).
II. Syarat – syarat Karangan Ilmiyah :
1. Membahas satu masalah dengan satu / beberapa variabel yang jelas.
Masalah diolah sedemikian rupa agar menimbulkan rasa ingin tahu pembaca. ( harus menarik perhatian bagi penulis / pembaca ).
2. Masalah yang dikemukakan harus Objectif ( bukan angan – angan / image ).
3. Dikupas tuntas, Mendalam, Lengkap ( Bab. I pendahuluan, Bab. II pembahasan, Bab.III penutup ).
4. Disusun dengan metode tertentu hingga hasilnya solid.
5. Isinya mudah dimengerti dan menggunakan bahasa Denotatif.

III. Jenis – jenis Karangan Ilmiyah :
1. LAPORAN ILMIYAH :
Deskripsi suatu masalah / jawaban suatu pertanyaan yang di dukung oleh fakta – fakta yang kuat.
( dapat memuat sejumlah informasi yang bermacam –macam sesuai dengan bidang garapannya ).

MACAM – MACAM LAPORAN ILMIYAH :

• Laporan Priodik :Laporan yang disusun secara berkala / pada waktu yang sudah ditetapkan mengenai suatu aktifitas tertentu.
( Laporan : Mingguan, Bulanan, Tahunan, dsb ).
● Laporan Kemajuan : Laporan yang berhubungan dengan rencana kerja yang akan dilaksanakan oleh suatu organisasi / instansi tertentu sebagai evaluasi.
( Guru melaporkan kemajuan siswa kepada kepala sekolah atau disdik, laporan target kurikulum )
* Laporan tersebut bila di tata dengan cara memakai prosedur tertentu sesuai persyaratan dengan karangan Ilmiyah, maka akam diklasifikasikan dalam karangan ilmiyah yang sangat bermanfaat bagi orang yang memerlukannya.
● Laporan Hasil Uji : Sangat erat dengan dunia pendidikan. Para guru yang rajin mengolah nilai hasil uji,sangat baik untuk terus dilakukan. Laporan bisa berbentuk makalah, yang berguna juga untuk angkit.
Sebelum mendiskripsikan data – data / fakta – fakta hasil uji, berikanlah diskripsi tertentu terhadap data hasil uji.
Misal : - Menambah kata pengantar
- Daftar isi
- Latar belakang masalah
- Tujuan pembuatan makalah
- Pembatasan makalah
- Metode yang dipakai
Dengan demikian data yang sangat sederhana bila kita olah berdasarkan kriteria penelitian ilmiyah, maka bisa disebut karya ilmiyah.
● Laporan Rekomendasi : Dibuat guna menyediakan keterangan dasar / pertimbangan tertentu terhadap suatu objek.
Misal : - Laporan tentang kesetrategian suatu lokasi untuk mendirikan suatu bangunan sekolah dengan pertimbangan yang rasional.
- Laporan kemah, dll.
Pertimbangan tersebut bisa merupakan karena tanah untuk mendirikan sekolah tersebut merupakan tanah HIBAH / WAKAF, dekat pemukiman masyarakat, jauh dari sekolah lain dan pasar. Mudah dimonitor dll.
● Laporan hasil penelitian :Dapat dikata gorikan dengan makalah.
Laporan ini biasanya mengungkapkan tentang penemuan – penemuan / informasi tertentu yang belum diketahui sebelumnya.
Misal : - Diperoleh dari percobaan penyelidikan hasil kunjungan kerja / study banding
- Penelaahan buku dll.


2. P A P E R :
Biasanya dibuat oleh siswa / mahasiswa yang berhubungan dengan mata pelajaran / mata kuliah yang membahas suatu persoalan.
Dibuat secara sederhana waktu menghadapi diskusi dengan sesama rekan.
Kadang-kadang berbentuk guningan – guntingan arikel / berita – berita dari surat kabar / majalah yang di tempel pada HVS. Kemudian membuat deskripsi / pembahasan tertentu terhadap isi partikel tersebut.
Di paparka, disimak, ditanggapi, dikomentari, ditanyakan saran dan pendapat para peserta.
Paper bisa dikembangkan menjadi makalah, dan ini akan lebih menarik dari pada laporan priodik. Karena biasanya koran / majalah memuat berita – berita yang akual yang sedang ngetren / ramai diperbincangkan.
Misal : - Membahas tentang rendahnya minat siswa SD disuatu tempat untuk meneruskan ke SLTP.
- Membahas tentang pengaruh pergantian kurikulum SD terhadap kemajuan belajar siswa.
Paper dibuat sekitar 10 s/d 20 halaman.


PERBEDAAN

MAKALAH LAPORAN ILMIYAH P A P E R
1. kedalaman pembahasan dan pengungkapan materi
2. Jumlah halaman sekitar 20 s/d 50.
3. Disiapkan untuk pertemuan – pertemuan ilmiyah.
a. Diskusi, saresehan
b. Dengar pendapat
c. Temu Wicara dll.
4. Membahas topik tertentu.
5. Untuk memenuhi program tertentu dalam mengejar karir / jabatan (angkit).
6. Sebagai tugas semester akhir bagi mahasiswa D2 / D3 atau akta IV.
7. Sebagai latihan / TAPT.
8. Sistematik. 1. Deskripsi suatu masalah / jawaban.
2. Atas permintaan atasan menyangkut pekerjaan baik dalam proses / sudah selesai.
3. Hasil survai / study banding / kunjungan kerja mengenai tehnik mengajar.
4. Hasil penelitian / penyelidikan. 1. Tidak sedalam makalah bahasan dan ungkapannya ( sederhana ).
2. Jumlah halaman sekitar 10 s/d 20.
3. Disiapkan siswa / mahasiswa untuk bidang study / mata kuliah tertentu dalam diskusi kelas.
4. Bisa di ambil dari surat kabar / majalah, kemudian di deskripsikan.
5. Rangkuman dll.

Apa dan bagaimana MAKALAH itu ?

A. Menurut jenis data yang di peroleh
1. Makalah yang disusun berdasarkan hasil berfikir rasional, perolehan datanya berdasarkan “KAJIAN TEORITIS“ / buku pedoman / study pustaka (normatif) / deduktif.
2. Makalah yang disusun berdasarkan data yang diperoleh secara empiris yaitu pemaparan pendeskripsian data dari lapangan.
B. Persyaratan penulisan makalah
1. Penulis harus benar – benar menguasai ilmu yang relevan dengan topik masalah yang akan di bahas.
2. penulis harus mampu mengekspresikan segala gagasannya ke dalam bahasa tulisan.
3. Mampu berfikir sistematik.

NB. Kita harus gemar membaca makalah orang lain untuk bahan pembanding.
C. Jenis – jenis makalah.
1. MAKALAH DEDUKTIF
Pembahasan dan pemecahan masalah secara teori / buku pedoman / study pustaka.
Penulis :
● Harus mempelajari teori–teori yang dipersiapkan untuk memecahkan masalah berdasarakan profesionalisme keilmuannya.
● Harus memiliki teori – teori, konsep – konsep, prinsip–prinsip yang berkaitan dengan yang akan dobahas.
Kerangka karangan :
● Latar belakang masalah ● Pembahasan masalah
● Pembatas masalah ● Kesimpulan dan saran
● Hipotesa ( Perkiraan )
Out Line :
Kata pengantar
Daftar isi
BAB I : PENDAHULUAN : Latar belakang masalah
Pembatasan masalah
Hipotesa(rumusanmasalah)
BAB II : PEMBAHASAN MASALAH
BAB III : PENUTUP : Kesimpulan
Saran – saran
Lampiran – lampiran
Daftar pustaka
2. MAKALAH INDUKTIF
Dibuat atas dasar data – data empiris yang diperoleh dari lapangan.
Data diolah dengan cara mengadakan verifikasi data, pengelompokan data. Setelah diolah lalu dilakukan pendeskripsian yang logis berdasarkan kondisi objektif di lapangan.
Yang ditulis dalam makalah ini adalah fakta, gejala kejadian – kejadian tertentu. Lalu dibahas berdasarkan teori – teori yang berkenaan dengan data yang dibahas.
Penulis :
● Harus mampu merangkai kata – kata / kalimat dalam membahas data / fakta dengan kata – kata sendiri yang berpedoman pada teori yang telah disiapkan, sehingga antara data dan pembahasan tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan berkesinambungan.
Dengan membandingkan kondisi objektif di lapangan dan bagaimana seharusnya menurut teori dalam buku literatur yang kita pedomani, setidaknya kita dapat menarik kesimpulan.
Kerangka karangan :
Makalah seperti ini memiliki enam bagian pokok
● Latar belakang masalah ● Pengolahan data
● Pembatasan masalah ● Pembahasan data
● Hipotesis ● Kesimpulan dan saran
Out Line :
Kata pengantar
Daftar isi
BAB I : PENDAHULUAN : Latar belakang masalah Pembatasan masalah
Hipotesis
BAB II : PENGOLAHAN DATA
PENGOLAHAN DATA
PEMBATASAN DATA
BAB III : KESIMPULAN
KESIMPULAN
SARAN – SARAN
Lampiran – lampiran
Daftar pustaka
3. MAKALAH ILMIYAH
Suatu makalah yang memaparkan proses hasil penelitian yang telah dilakukan orang lain.
Misalnya : Makalah / Tesis / Disertasi dll. Dengan cara membuat ringkasan dan komentar – komentar seperlunya, baik tentang metodelogi yang dipakai maupun hasil yang diperoleh.
Komentar – komentar bisa dilihat dari sudut teoritis / berdasarkan kondisi objektif di lapangan.
Kerangka karangan :
Latar belakang masalah
Tujuan
Tehnik pembahasan
Tinjauan masing – masing Bab
Kesimpulan dan saran
Out Line :
Kata pengantar
Daftar isi
BAB I : PENDAHULUAN
1. Latar belakang masalah
2. Tujuan
3. Tehnik pembahasan
BAB II : TINJAUAN MASING – MASING BAB
1. Rangkuman Bab. I
2. Rangkuman Bab. II
3. Rangkuman Bab. III
BAB III : KESIMPULAN DAN SARAN
1. Kesimpulan
2. Saran

KUALITAS MAKALAH

Kualitas makalah tidak dilihat dari banyaknya halaman,
tetapi dilihat dari :
1. Judul makalah harus menggambarkan isi makalah.
2. Kajian pengolahan dan pembahasan datanya harus mendalam, sehingga dapat ditarik kesimpulan yang dapat diterima umum.
3. Harus didukung oleh teori keilmuan yang relefan dengan topik yang dibahas.
4. Menggunakan bahasa yang lugas, padat, singkat, jelas, dan mudah di fahami.
5. Tata cara penulisannya harus sistematis, logis, objektif, dan tuntas.

KERANGKA KARANGAN ILMIYAH

I. PENGERTIAN : Sifat dan Manfaat
Kerangka : Rangka –rangka, bagan, pola, rencana / out line.
Merupakan suatu metode untuk menerangkan isi fikiran agar teratur, terperinci, sistematis, dan sempurna penyusunannya.
Sifatnya : Setiap saat bisa berubah dan bisa diperbaiki hingga jadi karangan yang sempurna / baik.
Gunanya : Mempermudah pembuatan karangan, karena waktu menyusun bagian – bagian dari topik yang akan di garap di lihat hubungan yang jelas antara bagian satu dengan bagian lain, bagian mana yang sudah baik dan bagiab mana yang masih perlu disempurnakan.
Dapat membedakan antara gagasan utama dan gagasan tambahan.
Menghindarkan penggarapan sebuah topik sampai dua kali / lebih.
Gagasan utama : Merupakan ketentuan – ketentuan pokok yang berisi suatu topik yang harus diperinci, dikembangkan, dan diberikan keterangan – keterangan.
Gagasn tambahan : Bisa berupa keterangan – keterangan / penjelasan – penjelasan dari gagasan pokok yang harus dikembangakan.

LANGKAH PENYUSUNAN KERANGKA KARANGAN

● Kerangka karangan tidak bisa sekaligus dibuat jadi.
● Kerangka karangan yang baik, yang sudah dapat penyempurnaan dengan pertimbangan.
Karena itu :
1. Pilih dan rumuskan TEMA / TOPIK dantujuan yang hendak dicapai.
TEMA / TOPIK dirumuskan dengan kalimat yang operasional dan jelas agar tidak meragukan penulis. Lalu rumuskan pula tujuan yang hendak dicapai secara jelas dan rasional.
2. Buat topik – topik bawahan yang dianggap merupakan perincian dari topik utama yang telah diungkapkan tadi.
3. Berikutnya mengadakan perincian kembali sub – sub topik bawahan yang merupakan perincian dari topik bawahan yang telah diungkapkan tadi. Sub bawahan ini bisa dirinci lebih lanjut lagi menjadi bagian – bagian yang lebih kecil sejauh diperlukan untuk menguraikan persoalan itu selanjutnya.
4. Evaluasilh topik – topik yang telah dicatat tersebut baik topik utama bawahan maupun sub topik dengan cara mempertimbangkan dari segalaaspek secara sistematis, terperinci dan lengkap yaitu :
a. Dari segi relevansinya antara topik utama bawahan dan sub topik bawahan.
b. Hindarkan penulisan topik yang sama.
c. Klasifikasikan topik – topik yang telah dibuat jangan sampai ada topik yang lebih tinggi derajatnya di simpan dibawah topik yang lebih rendah.
d. Gunakan simbol – simbol sebagai berikut ;
1. ............................................ ( Topik Utama )
1.2. .................................... ( Topik Tambahan )
1.2.3. ................................. ( Sub Topik Tambahan )
1.2.3.4. .............................. ( Danseterusnya )
2. Faktor – faktor keberhasilan PBM ( Topik Utama )
2.2. Faktor Guru ( Topik Tambahan )
2.2.1. Persiapan Satpel / Ranpel (SubTopikTambahan)
2.2.2. Penguasaan Materi Pelajaran (SubTopikTambahan)
2.2.3. Penguasaan Metode Mengajar (SubTopikTambahan)
2.2.4. Dan seterusnya.
2.3. Faktor Sarana Belajar ( Topik Utama )
2.3.1. Buku Pelajaran (SubTopikTambahan)
2.3.2. Alat Peraga (SubTopikTambahan)
2.3.2.1. .......................................
2.3.2.2. .......................................
2.3.2.3. .......................................

SYARAT – SYARAT KERANGKA KARANGAN YANG BAIK

1. Sistematis, terperinci dan lengkap.
2. Maksudnya diungkapkan dengan jelas dan struktur kalimat yang baik.
3. Topik yang telah dirumuskan dijadikan landasan untuk urain kajian yang dicapai.
4. Tiap topik / topik bawahan / sub topik bawahan harus mengandung satu gagasan. Bila ada penumpukan topik, maka unit topik tadi harus segera direvisi.
5. Pokok – pokok topik harus disusun logis. Topik bawahan harus betul – betul bersifat bawahan tidak boleh sama / lebih tinggi.
6. Harus menggunakan simbol yang konsisten.
Misalnya : angka 1,2,3,4 dst dipakai untuk topik utama
1.1, 1.2, 2.1, 2.2 dst untuk topik tambahan
1.1.1, 1.1.2, 1.2.1, 1.2.2 dst untuk sub topik bawahan
Simbol – simbol tadipun bisa ditulis dengan angka romawi.
Misalnya : I. ................................ ( Topik Utama )
A. ............................ ( Topik Bawahan )
B. ............................ ( Topik Bawahan )
1. ....................... ( Sub Topik Tambahan )
2. ....................... ( Sub Topik Tambahan )
II. ...............................
i. .........................
1. .......................
2. .......................
ii. .........................
1. ........................
2. ........................
a. ...............
b. ............... dst.

MENGAPA DALAM MENYUSUN KARYA ILMIYAH
PERLU MENGGUNAKAN METODE ILMIYAH

A. Apa metode ilmiyah itu ?
I. Metode : Rencana penyelesaian masalah penelitian yang menyeluruh denganurutan yang sistematis dengan cara menggunakan pendekatan, strategi, tehnik dan alat tertentu untuk mencapai suatu tujuan.
II. Ilmiyah : Garis – garis pemikiran yang kkonseptual dan prosedual.
III. Konseptual : Konsep – konsep dari gagasan yang orsinil hasil dari pemikiran, penelitian.
Gagasan bisa diambil dari :
☻ Pengalaman kehidupan sehari –hari
☻ Pengalaman orang lain
☻ Buku – buku Ilmiyah dan sebagainya.
IV. Prosedural : Langkah – langkah kerja yang dimulai dari timbulnya gagasan, observasi, percobaan, pengolahan data, penarikan kesimpulan dan diakhiri dengan pembuatan laporan / penulisan.
V. Metode ilmiyah diantaranya :
1. Metode penelitian Historis.
2. Deskriptif / Teoritis / Normatif.
3. Study kasus.
4. Lapangan / Empiris / Induktif.
5. Eksperimen.
B. Sikap ilmiyah.
Pengarang ilmiyah harus memiliki sikap ilmiyah.
Sikap ilmiyah merupakan menipestasi gambaran jiwa, watak, sifat seseorang yang harus di aplikasikan pada hasil karangan.
Pengarang yang tidak memiliki sikap ilmiyah, akan menghasilkan karangan yang kurang berbobot.
C. Beberapa sikap ilmiyah.
1. Sikap ingin tahu : Selalu bertanya – tanya dalam berbagai hal yang di hadapi nya selalu ingin menjawab pertanyaan tersebut.
2. Sikap kritis : Tidak puas dengan jawaban yang tidak masuk akal. Berusaha mencari fakta – fakta yang konkrit, hasilnya disesuaikan dengan hipotesis ( dugaan sementara ).
3. Sikap terbuka : Selalu membaca, mendengarkan keterangan – keterangan orang lain. Bila ada kontradiktif antara konsep berikutnya dengan pendapat orang lain ia ambil jalan tengah.
4. Sikap objektif : Mampu membedakan alasan yang masuk akal dengan yang tidak masuk akal berdasarkan kenyataan yang sebenarnya.
Dapat membedakan fakta yang sebenarnya dengan persoalan yang bersifat pribadi.
5. Berani mampertahankan kebenaran : ( ini sebagai syarat mutlak penelitian ilmiyah )
6. Bersikap menjangkau kedepan : Sikap ini sangat baik dibudayakan agar para peneliti berikutnya sebagai generasi penerus mempunyai pegangan yang objektif dan dapat dipercaya.
D. Metode penulisan karya ilmiyah perlu dipelajari.
Dengan mempelajari metode penulisan karya ilmiyah :
☻ Akan lebih manambah wawasan yang lengkap bagi penulis.
☻ Mendapat hasil yang tidak kering.
☻ Medianya : ♦ Buku – buku sumber
♦ Mengadakan penelaahan yang lebih dalam hingga tahu :
► Bagai mana merencanakannya
► Prosedur penyusunannya
► Cara mengembangkannya
► Cara pengolahan data dan sebagainya.

LANGKAH – LANGKAH PEMBUATAN MAKALAH

I. Pesiapan :
☻ Langkah awal yang harus dilakukan yaitu membuat dan mengajukan rencana penelitian / usulan penelitian / proposal penelitian.
☻ Reancana diajukan ke pihak pembimbing / ketua jurusan / sekretaris / fakultas.
☻ Sebelum mengajukan proposal biasanya di tunjukan lebih dahulu 1 / 2 orang pembimbing oleh pejabat yang berwenang.
☻ Rencana harus menggambarkan segala aspek yang akan di teliti, walau hanya garis besarnya saja. Seperti :
♦ Judul penelitian
♦ Latar belakng masalah
♦ Masalah yang akan diteliti
♦ Tujuan
♦ Rencana daftar isi / OUT LINE
♦ Tempat penelitian
♦ Jadwal / waktu penelitian
♦ Organisasi penelitian ( kalau kelompok )
♦ Penutup
II. Pemilihan Topik
Topik biasa juga disebut pokok bahasan / masalah yang akan diteliti.
Dalam makalah topik bisa menjadi judul penelitian.
Topik / judul bisa didapat dari pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, buku – buku ilmiyah, hasil seminar, dikusi, hasil penelitian orang lain, ilham / inspirasi dan lain-lain.
Pemilihan topik kira – kira hal yang sangat menarik bagi peneliti dan hasilnya menarik untuk di baca orang lain.
Topik dibuat berdasar kemampuan peneliti, baik pengetahuan, waktu, sarana, dan jangan memilih topik yang rumit dan tidak terjangkau.
III. Pengumpulan bahan teoritis.
► Mencari buku – buku sumber, baik yang khusu atau yang umum.
► Khusus : Bahan bacaan yang erat kaitannya dengan masalah yang akan diteliti.
Misalnya : kita akan meneliti masalah
“ KEMAMPUAN SISWA SD TERHADAP BIDANG STUDY MATEMATIK “
Maka bahan yang berkaitan dengan matematik lebih banyak di butuhkan baik yang bersifat khusus ( buku pelajaran ) / umum yaitu bacaan yang berkaitan dengan teori – teori dan tata cara penulisan karangan ilmiyah.
► Bagaimana cara membuat kerangka dan mengembangkannya.
► Bagaimana mengatasi masalah dan membahasnya, dsb.


IV. Menyusun kerangka karangan.
► Setelah bahan teoritis terkumpul baru membuat kerangka karangan.
► Kerangka yang kita buat tidak boleh lepas dari topik. Artinya setiap kita menulis topik utama, topik bawahan, sub topik bawahan dst, harus perpedoman pada topik / judul.
V. Pengumpulan data.
Prosedur pengumpulan data tergantung pada sasaran penelitian. Kalau menggunakan penelitian study pustaka maka harus di upayakan mencari literatur, dengan menela’ah buku kelemahan, kekurangan, kelebihan dsb. Kalau penelitian lapangan kita harus terjun ke lapangan untuk mengumpulkan data yang kita perlukan.
Dengan cara menyebarkan angket, wawancara, memberikan tes dan mengumpulkan data lain yang perlu dari suatu jawatan / instansi terkait.
VI. Pengolahan data.
Data yang telah didapat lalu diolah dengan tehnik – tehnik tertentu hingga mampu memberikan gambaran yang konkrit dan jelas baik tentang perbedaannya, persamaannya, warna, sifat, karakteristik, kemampuan dsb. Gambaran yang jelas itu dilihat dari prosentase, grafik, jumlah dll.
VII. Penulisan hasil penelitian.
Penulisan merupakan langkah terakhir, penulis pemula biasanya mendapat kesulitan – kesulitan dalam mendiskripsikan hasil penelitian. Sebab ia harus menghubungkan antara landasan teoritis dengan data yang diperoleh kedalam kalimat – kalimat yang baik dan benar. Untuk itu harus konsisten denganlatihan menulis berdasar pengalaman pribadinya / dari hasil karya orang lain. Penela’ah hasil karya orang lain dianggap kritis kalau penelaahan mampu memberiakan penilaian, komentar – komentar, menyuimpulkan dsb.

Materi Paskibra

MATERI PASKIBRA

MOTTO PASKIBRA

TIDAK TAKUT SALAH
TIDAK TAKUT KALAH
TIDAK TAKUT JATUH
TIDAK TAKUT MATI
TAKUT MATI JANGAN HIDUP
TAKUT HIDUP MATI SEKALIAN

BHINEKA TUNGGAL IKA
Semboyan pada lambang negara Republik Indonesia adalah
Bhineka Tunggal Ika yang berarti “berbeda-beda tapi tetap satu “Lambang negara ini berupa burung Garuda berkalung perisai yang melukiskan Pancasila.
Helai bulu pada pada tubuh dan sayap burung mengingatkan pada tanggal 17 Agustus 1945.Bulu pada sayap berjumlah 17 helai,pada ekor 8 helai,dibawah perisai 19 helai dan pada leher 45 helai,kaki burung garuda mencengkram semboyan Bhineka Tunggal Ika.Lambang negara ini diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1950.Berdasarkan peraturan pemerintah.
Merah putih mempunyai arti,merah keberanian untuk berjuang,putih kesucian.Merah Putih berarti keberanian dengan berdasarkan kesucian / kemurnian.Merah Putih juga mempunyai arti lain yaitu Hidup atau Mati.
Ukuan bendera adalah 3:2,yang terbesar 3m x 2m dan paling kecil
3cm x 2cm.Ukuran standar adalah 17m (tiang).
Peraturan pemerintah no.401.Tgl 26 juni 1958 tentang bendera kebangsaan Republik Indonesia yang isinya : bahwa bendera Merah Putih boleh digunakan / di pakai di mobil:
1.Mobil Presiden ( 36 cm x 54 cm )
2.Mobil Wakil Presiden ( 30 cm x 45 cm )
3.Mobil Ketua MPR ( 30 cm x 45 cm )
4.Mobil Ketua DPR ( 30 cm x 45 cm )
5.Mobil Ketua MA ( 30 cm x 45 cm )
6.Mobil Ketua BPK ( 30 cm x 45 cm )
7.Mobil Mentri ( 30 cm x 45 cm )

PENGENALAN PASKIBRA

SEJARAH PASKIBRA

Pengibaran Bendera Pusaka pertama kali oleh Bapak Latif Hendraningrat dan Suhud S. Menjelang Hut RI ke-2 Presiden Soekarno memanggil salah satu ajudannya yaitu Mayor Husein Mutahar untuk menyiapkan dan memimpin upacara peringatan Hut RI tersebut,di halaman istana presiden.Gedung agung Jogyakarta tanggal 17 Agustus 1956.
Dan untuk menumbuhkan rasa persatuan bangsa,maka pengibaran bendera sebaiknya dilakukan oleh para pemuda dilakukan se-indonesia dan beliau
Memilih 5 orang pemuda sebagai simbol pancasila,terdiri dari 3 putri dan 2putraFormasi ini masih dilakukan sampai tahun 1947 dan 1948.HUT Kemerdakaan RI pertama kalinya diadakan di Jakarta pada tanggal 17Agustus 1950 yang mana kemudian regu Pengibaran ditentukan dan diatur oleh
Rumah Tangga Kepresidenan.Tanggal 5 Agustus 1966 BPK Muthar menjadi Dirijen Urusan Pemuda dan salah satunya ialah latihan “PANDU IBU INDONESIA BERPANCASILA “dan uji coba untuk kurikulum pembinaan Pasukan Pengerek Bendera Pusaka 1967.Tahun 1967 Bapak Mutahar dipanggil oleh Presiden Soeharto untuk menyiapkan pelaksanaan Pengibaran Bendera Pusaka dan dengan ide Formasi. Pada tahun 1946 beliau mengembangkan menjadi tiga pasukan :
Pasukan 17 Pengiring Bendera ( Pemandu )
Pasukan 8 Pembawa Bendera ( inti )
Pasukan 45 Pengawal Bendera
Tahun 1967-1972 Anggota yang terlibat dalam Pengibaran Bendera,sebagai Pasukan Pengerek Bendera Pusaka ( PASKERAKA ) tapi pada tahun 1973 Bapak Idik Sulaeman melontarkan nama Pasukan Pengibar Bendera Pusaka
( PASKIBRAKA ).Kemudian pada tahun 1989 tanggal 22 Desember diadakan Musyawarah Nasional ( MUNAS ) Purna Paskibraka Indonesia ( PPI ) di Cipayung Bogor.Pada tahun 1995 tepatnya pada tanggal 18-22 Januari diadakan MUNAS Ke-2 yang menghasilkan keputusan perubahan Anggaran Dasar ( AD ) dan Anggaran Rumah Tangga ( ART ).Juga menetapkan Paskibra Sekolah SMU menjadi Purna Paskibraka Indonesia dan menetapkan pengurus baru untuk tahun 1955-1959. MUNAS k-3 dilaksanakan di Lembang Bandung.
Di Indramayu di bentuk pada tahun 1989 oleh Pembantu Letnan 1 Mat Arief Bapak Mutahar berasal dari Sumatra Barat tepatnya di Bukit Tinggi.

PENGERTIAN
PASKIBRA adalah Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Profinsi dengan Sejumlah 54 orang bertugas untuk Pengibaran dan Penurunan Bendera Pusaka.

LAMBANG ANGGOTA PASKIBRA

SETANGKAI BUNGA TERATAI
Pada awal berdirinya lambang yang dipergunakan adalah bintang
Segi lima besar,untuk ciri pemuda.Pada tahun 1973 Bapak H.Idik Sulaeman menetapkan lambang setangkai bunga teratai yang bermakna sebagai berikut :
*Setangkai bunga teratai yaitu :
Anggota Paskibra adalah pemuda yang
tumbuh dari bawah ( orang biasa ) dari tanah air yang sedang
berkembang dan membangun.
*Tiga helai bunga yang tumbuh ke atas yaitu :
Belajar – Bekerja – Bekerji
*Tiga helai daun yang tumbuh mendatar yaitu :
Aktif dan disiplin
*Jumlah mata Rantai mengelilingi ada 32 yang terdiri
1.Putri lambangnya lingkaran yang berjumlah 16 buah
2.Putra lambangnya belah ketupat yang berjumlah 16 buah
( keduanya melambangkan persatuan dari kesatuan )
*Warna hijau melambangkan Pemuda yang kreatif
*Bunga teratai dilingkari 16 lingkaran dan 16 buah belah ketupat yang
artinya anggota Paskibra dari 16 Penjuru arah mata angin tanpa
membeda – bedakan SARA ( Suku,Adat,Rasa,dan Agama ).

Makna Sang Merah Putih
Kata Sang pada Sang Merah Putih ,termasuk jenis kata sandang,digunakan untuk menghormati sesuatu ( Sang Merah Putih,Sang Maha Kuasa).
Bendera Merah Putih mempunyai kedudukan yang tinggi menurut Pandangan masyarakat indonesia,sehingga bergelar Sang Merah Putih yang
Berarti warisan yang di muliakan,yang merupakan lambang kemerdekaan dan
Kedaulatan negara.
Bendera Pusaka ialah Bendera Bebangsaan yang digunakan pada
Upacara Proklamasi Kemerdekaan di Jakarta 17 Agustus 1945. Bendera Pusaka hanya dikibarkan pada tanggal 17 Agustus, pada waktu Upacara Penaikan dan
Penurunan Bendera Kebangsaan, maka semua yang hadir tegap diam diri, sambil menghadap kebendera, tangan mengangkat sampai upacara selesai.
Pada waktu di kibarkan atau di bawah, bendera kebangsaan tidak boleh menyentuh tanah, air atau benda lainnya,pada bendera kebangsaan tidak boleh di taruh lencana,huruf,kalimat,Angka,gambar,atau tanda-tanda lainnya.

KEPEMIMPINAN
PENGERTIAN
Pemimpin ialah seorang yang menggerakan orang lain dengan suatu
Yang dimiliki untuk mencapai tujuan.
Kepemimpinan ialah sendi yang menggerakan orang lain dalam rangka Mencapai tujuan tertentu.
POLA KEPEMIMPINAN
Pola dasar kepemimpinan dapat di bagi 2 :
_1. Pola Kepemimpinan Formal
2. Pola Kepemimpinan Non Formal
TIPE – TIPE PEMIMPIN
1. Oktokratis : Organisasi yang di anggap milik pribadi dan anggotanya
Sebagai alat.
2. Demokratis : pemimpin yang selalu mementingkan kepentingan anggota
Dan selalu memupuk kerja sama.
3. Militeritas : Pemimpin yang selalu menggunakan komandan dari atas
ke bawah.
4. Lais Pepais : Pemimpin yang mempunyai anggota terbatas.
5. Dateriasistis : Pemimpin yang mengangap bawahannya masih muda.
6. Kharisma : Pemimpin yang mempunyai wibawa kepada anggotanya.
SIFAT KEPEMIMPINAN YANG BAIK
PENGETAHUAN, BERANI, INISIATIF, TEGAS, BIJAKSANA, DISIPLIN,
DAPAT DIPERCAYA, SIGAP, ULET, OPTIMIS.

PENERAPAN BENDERA MERAH PUTIH
1. Bendera tidak boleh menyentuh tanah
2. Bendera tidak boleh dikibarkan terbalik / melilit
3. Bendera harus disimpan dengan baik
4. Bendera harus bersih
5. Bendera harus utuh / tidak sobek
6. Bendera tidak boleh untuk alas
7. Bendera tidak boleh digambar ( dicoret – coret )
8. Bendera tidak boleh ada tambalan
9. Bendera tidak boleh untuk bermain
10. Bendera tidak boleh untuk pembungkus
11. Bendera tidak boleh untuk pakaian
12. Bendera tidak boleh untuk selimut
13. Bendera tidak boleh untuk sapu tangan

APEL
Komandan Peleton mengambil alih komando Pasukan di istirahatkan“Komando saya ambil alih, siap grak, istirahat ditempat,grak,Ketika memberi komando,komandan ada di depan pasukan dan setelah mengistirahatkan pasukan,komandan di samping kanan.Pada saat Pembina apel memasuki lapangan,pasukan disiapkan kembali oleh komandan “Siap,grak “Penghormatan
Kepada Pembina apel,hormat,grak”.Laporan“Lapor Apel.......siap dilaksanakan,lanjutkan”.Amanat“Untuk amanat,istirahat di tempat,grak”
Setelah amanat,pasukan disiapkan“Menyanyikan lagu Indonesia Raya”.
Selesai Penghormatan“Kepada Pembina apel,Hormat,grak”.Sebelum penghormatan Komandan Laporan terlebih dulu“Apel .......... telah dilaksanakan,laporan selesai”
Ketika Pembina Apel Keluar Lapangan,komandan kembali kedepan pasukan dan memberi komando.“Untuk melaksanakan tugas,bubar,jalan”.
IZIN KELUAR BARISAN
Apabila di dalam barisan ada yang ingin keluar atau kebelakang untuk Buang Air Besar maupun Buang Air Kecil (BAB/BAK),Boleh minta izin keluar barisan :
• Angkat tangan ( telapak ) kanan keatas, apabila komandan / pelatih jawab “Ya”tangan diturunkan dan berkata
“Lapor Capas / paskibra …….minta izin keluar barisan “
atau apabila dengan teman :
“Lapor Capas / paskibra …….beserta …….orang rekan minta izin
keluar barisan “
Komandan / pelatih menjawab “kemana?”
Dijawab “BAB/ BAK”
“Ya,lima menit kembali”oleh pelatih
“Siap lima menit kembali “.
• Balik kanan,dan menuju tempat yang di tuju*
IZIN MASUK BARISAN
Ketika masuk barisan, laporan di lakukan di barisan Penjuru
Paling kanan, angkat telapak tangan kanan ke atas, apabila pelatih Menjawab “Ya”Telapak tangan di turunkan dan berkata“Lapor Capas ……minta izin masuk barisan”Atau apabila dengan teman :“Lapor Capas …beserta….minta izin masuk barisan “Dan pelatih menjawab“Capas / paskibra ….beserta…setelah saya lencang kanankan masuk barisan“Capas balik kanan,dan masuk barisan.
LAPORAN MAKAN
Komandan didepan pasukan,dan ambil alih

LAPORAN MAKAN
Komandan di depan pasukan, dan ambil alih Komando : “Komando saya ambil alih,siap,grak / duduk siap,grak.Balik kanan menghadap pelatih,laporan“Akang dan teteh harap menyesuaikan diri“Lapor Capas / paskibra … siap menikmati hidangan makanan …”Pelatih Jawab“Saya kasih waktu lima menit,untuk makan,dan sebelum makan lakukan do’a“Siap laksanakan”oleh komandan
Komandan balik kanan manghadap pasukan dan memberi komando: “Sebelum makan …..,marilah kita berdo’a menurut Agama dan kepercayaan masing – masing,berdo’a Di persilahkan“Do’a di akhiri,makan di beri waktu lima menit,duduk istirahat di tempat,grak”Masing – masing mempersiapkan makan dan kasih komando bila sudah siap makan :“Makan mulai “,diulang oleh pasukan “Kang,teh makan !”Bersama komandan dan pasukan.
Posisi makan“Badan tegap,pandangan lurus (sendok / makanan yang ke mulut),mata melirik ke makanan,piring di tangan kiri ke ataskan didepan regu.
LAMBANG PENGUKUHAN
Lambang kepemimpinan ( LK )
Anggota paskibra setelah mengikuti latihan kepemimpinan pemuda tingkat printis ,maka di kukuhkan oleh penanggung jawab.Latihan dengan disematkan LK tingkat perintis di atas saku kiri atas,adapun LKyang lain :
• Warna Hijau untuk latihan perintis Pemuda
• Warna Merah untuk latihan pemuka Pemuda
• Warna Kuning untuk latihan pendamping Pemuda
• Warna Ungu untuk latihan peƱatas Pemuda
• Warna Abu- abu untuk latihan penaya Pemuda
KENDIT PENGUKUHAN
DAHULU KENDIT PANGUKUHAN TIDAK BERMOTIF , MAKA OLEH BPK H.IDIK SULAEMAN DISEMPURNAKAN BERUPA GAMBAR 17 MATA RANTAI BULAT DAN BELAH KETUPAT , YANG MEMBENTUK KALIMAT “ PANDU IBU INDONESIA BER – PANCASILA “. YANG UKURAN SEMULA PANJANG 17 CM , LEBAR 5 CM , LALU DI UBAH MENJADI 140 CM , UNTUK PANJANG & LEBAR 5 CM.KENDIT INI DI PAKAI HANYA PADA SAAT PENGUKUHAN SAJA & WARNANYA DI SESUAIKAN DENGAN WARNA LENCANA KEPEMIMPINAN YANG DI PAKAINYA.
PERLENGKAPAN PAKAIAN DINAS PASKIBRA
1. KOPIAH / PECI HITAM PADA BAGIAN KIRI DISEMATKAN BURUNG GARUDA STANDAR ISTANA MERDEKA
2. BADGE LAMBANG DAERAH PADA LENGAN KIRI BADGE KORPS PASKIBRAKA PADA LENGAN KANAN
3. LENCANA KEPEMIMPINAN DI ATAS SAKU KIRI BAJU BADGE NAMA & ASAL SEKOLAH / DAERAH UNTUK TINGKAT NASIONAL & PROPINSI UNTUK TINGKAT KOTA MADYA / KABUPATEN
4. SARUNG TANGAN PUTIH KOP MERAH PUTIH
PERAWATAN KAOS PASKIBRA ( PAKAIAN DINAS LAPANGAN / PDL ) KETIKA KITA DAPAT PDL PASKIBRA,SERING MENYEPELEKAN SABLONAN YANG TERTULIS DI KAOS TERSEBUT , PADAHAL KAOS PDL ASAL CUCI , BISA MELUNTURKAN WARNA & SABLONAN KAOS TERSEBUT.UNTUK MENGHINDARI ITU SEMUA , SEBELUM KAOS PDL DENGAN PELICIN PAKAIAN ( SETRIKA )TERUTAMA DI BAGIAN SABLONAN , DENGAN CARA KAOS SABLONAN DI BALIK INI AKAN MENGHASILKAN MAKSI SEHINGGA KETIKA DIRENDAM DI AIR.SAAT PAKAIAN DI RENDAM DI DALAM AIR YANG BERDITERJEN , JANGAN MELEBIHI 30 MENIT / 1 JAM , DI LANJUTKAN DENGAN DI BILAS DENGAN TANGAN , JANGAN MENGGUNAKAN SIKAT CUCI , KARENA BISA MERUSAK PDL.
JEMUR KAOS PDL DENGAN KEADAAN TERBALIK , APABILA BERHADAPAN LANGSUNG DENGAN SINAR MATAHARI.
PERAWATAN SABUK PASKIBRA (MENGGUNAKAN BRASSO)
PERIKSAKEMBALI SABUKYANG KITA TERIMA , BISA SAJA SABUK YANG KITA TERIMA ADA KERUSAKAN SEBAIKNYA PERAWATAN SABUK PASKIBRA SESERING MUNGKIN DI BERSIHKAN DENGAN BRASSO , CARANYA :TETESKAN BRASSO ( SATU TETES ) DI ATAS PERMUKAAN SABUK DAN DIGOSOK DENGAN JARI TELUNJUK , HINGGA KOTORAN YANG ADA DISABUK TERANGKAT / TERUHAT ( BERWARNA HITAM ), GOSOK BERULANG - ULANG KALI , SEHINGGA YANG MENGHASILKAN YANG SEMPURNA SETELAH ( SUDAH YAKIN )SEMUA KOTORAN TERANGKAT , BERSIHKAN DENGAN KAIN / KAPAS HINGGA BERSIH DAN TERLIHAT KILAU KUNING KEEMASAN DARI SABUK TERSEBUT. APABILA MENGINGINKAN HASIL YANG LEBIH SEMPURNA SEHABIS DIGOSOK , JEMUR KEPALA SABUK DI SINAR MATAHARI SELAMA SATU JAM . JANGAN SEKALI – KALI SABUK DI GUNAKAN KETIKA TIDUR SEHINGGA SABUK TERGORES / LECET , BAIK DILANTAI / BENDA KASAR LAINYA . PAGA SABUK DARI AIR ASIN ( AIR LAUT )/ SELAIN AIR TAWAR, YANG BISA MENGAKIBATKAN SABUK MENJADI BERKARAT DAN SUSAH HILANG .

PERAWATAN TOPI PASKIBRA
GUNAKAN TOPI PASKIBRA , APABILA BENAR – BENAR PENTING UNTUK DI PAKAI SEPERTI LATIHAN LAPANGAN DAN APEL , SUPAYA WARNA TOPI TIDAK CEPAT PUDAR KARENA SINAR MATAHARI. MENCUCI TOPI PASKIBRA , GUNAKAN SABUN CUCI ATAU DITERGEN YANG SUDAH DI LARUTKAN DIDALAM AIR , ( TIDAK LANGSUNG MENGGUNAKAN SABUN CUCI ( SABUN COLEK ) / DITERGEN ).SIKAT SECARA PERLAHAN (GUNAKAN DENGAN SIKAT GIGI PADA BORDIRAN ) AGAR BORDIRAN TIDAK CEPAT RUSAK , LAKUKAN BERULANG – ULANG KALI HINGGA KOTORAN HILANG. JEMUR TOPI DI TEMPAT YANG TIDAK BERHADAPAN LANGSUNG DENGAN SINAR MATAHARI , KARENA SISA SABUN CUCI YANG ADA DI TOPI BISA MELUNTURKAN WARNA , BAIK TOPI MAUPUN BORDIRAN.
















Teqen By :

Kang Nadi

Jumat, 02 Januari 2009